Tanpa kita sadari bahwa kehidupan manusia sampai menjadi seperti sekarang ini sebenarnya dibangun melalui mitos-mitos. Itulah inti diskusi Perhimpunan Pustaka Lewi 21 Juli 2005 di “markas” Perhimpunan Pustaka Lewi, Jalan Dinoyo 19-B, Surabaya.

Janno Pieter Rompas, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Widya Sasana Malang, berusaha membedah berbagai pikiran peserta yang sepertinya menganggap bahwa mitos itu barang tua. Janno memangkas anggapan bahwa mitos setara dengan tahayul, mitos itu adalah bahan baku dari filsafat sehingga mengarahkan kehidupan sosial manusia hingga jadi seperti sekarang ini.

Jadi, kata lajang Manado yang kini betah tinggal di kota dingin Malang itu, mitos sebetulnya adalah ekspresi yang sangat hidup mengenai relasi manusia dengan ruang lingkupnya. Melalui mitos itulah manusia dituntun untuk menyusuri asal-usulnya, nasibnya juga relasinya dengan alam semesta ini.

Dalam diskusi yang kemudian berkembang ke berbagai arah itu akhirnya cukup membuka wawasan peserta bahwa agama pun sebetulnya tumbuh dari mitos. Jadi mitos yang selama ini dianggap berseberangan dengan rasional juga agama itu sebenarnya cuma kesalahpahaman saja atau cuma “perasaan” saja.