Acara berbuka bersama yang digelar oleh Pusham Surabaya pada Jumat (19/06) terasa berbeda karena dihadiri oleh para pemuda-pemudi lintas iman dari berbagai kelompok agama dan kepercayaan di Surabaya.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari para pemuda-pemudi Islam, Kristen, Kong Hu Cu, Tao, Bahai, Budha dan aliran kepercayaan Sapta Darma. Dari perwakilan pemuda Kristen yang diundang ada perwakilan dari Gereja Kristen Indonesia (GKI)  dan Pustaka Lewi. Utusan dari Pustaka Lewi yang hadir adalah Santo Vormen sebagai Koordinator Program dan Baswara Yua Kristama dari Divisi Litbang.

Setengah jam sebelum berbuka, diadakan terlebih dahulu acara perkenalan dan ramah tamah yang dipimpin oleh M. Yunus selaku ketua Pusham Surabaya. Selain menyampaikan data-data pribadi, peserta juga diharuskan menceritakan sedikit dari inti-inti ajaran agama dan kepercayaannya.

Bahkan tak jarang, beberapa peserta yang berasal dari kelompok keagamaan minoritas seperti Bahai, Tao, dan aliran kepercayaan mendapat pertanyaan ekstra dari peserta lain yang ingin mengetahui seluk beluk agama yang dianutnya.

M. Yunus mengungkapkan bahwa ternyata ada banyak kesamaan dari berbagai agama dan kepercayaan, diantaranya yang menonjol adalah adanya kewajiban untuk berbuat baik. Hal ini yang disebutnya menjadi dasar dalam menjalin kehidupan bermasyarakat.