api sidoarjo

Asosiasi Pendeta Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Sidoarjo (API Sidoarjo) mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap aksi terorisme terhadap tiga gereja di Surabaya.

Ungkapan keprihatinan disertai kecaman keras terhadap tindakan terorisme yang juga dirasakan secara langsung oleh warga Sidoarjo ini diungkapkan saat pertemuan pengurus API Sidoarjo pada Sabtu siang (19/05) di GSPdI Cifago Sidoarjo.

Dipimpin oleh Ketua API Sidoarjo, Pdt. Dede Gunawan, pertemuan ini dihadiri juga oleh tim Pustakalewi yang dipimpin langsung oleh Ketua Perhimpunan Pustaka Lewi, Sonny Saragih bersama Santo Vormen dan Andiyan Rianditya dari Litbang Pustaka Lewi. Kehadiran Pustakalewi ini bertujuan untuk memberikan pandangan dan analisis terkait fenomena kontemporer pasca teror bom Surabaya.

Dalam sesi diskusi bersama ini dibahas tentang kondisi pra dan pasca terorisme di Surabaya. Kondisi keamanan di Sidoarjo juga dibahas mengingat Sidoarjo juga menjadi tempat yang terdampak langsung. Konstelasi politik nasional, terutama keberadaan revisi undang-undang tentang terorisme, juga menjadi catatan tersendiri mengingat kekhawatiran bahwa regulasi ini akan mengancam situasi demokratis yang sudah tercipta.

Setelah sesi diskusi bersama, para pengurus API Sidoarjo sepakat untuk merancang langkah-langkah konkrit sebagai manifestasi sikap mereka terhadap peristiwa terorisme ini. Diantaranya adalah mempersiapkan pertemuan dengan para pemangku kepentingan dan otoritas keamanan di wilayah Sidoarjo untuk menyatakan sikap dan memberi masukan sesuai perspektif para hamba Tuhan di Sidoarjo.

Kehadiran Pustakalewi untuk memberikan perspektifnya disambut baik dan pengurus API Sidoarjo mengungkapkan akan mengundang lagi Pustakalewi dalam forum-forum berikutnya.