Angowuloa Fa’awõsa khõ Yesu (AFY)

      Comments Off on Angowuloa Fa’awõsa khõ Yesu (AFY)

Profil Singkat

Gereja Angowuloa Fa‟awõsa khõ Yesu disingkat AFY berkantor pusat Sinode di Desa Hilibadalu Km 31,7 Kec. Sogae‟adu Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara, dengan jumlah jiwa berdasarkan statistik sinode Tahun 2017 sebanyak 44.276 jiwa.

Gereja AFY lahir pada tanggal 09 November 1925, dipelopori oleh Thomas Lombu (Ama Wohakhi), seorang kaum awam yang telah mengalami pertobatan dan lahir baru pada masa gerekan pertobatan massal yang pernah berlangsung di Nias (Tanõ Niha) pada tahun 1916.

Thomas Lombu adalah seorang seorang suku Nias yang bekerja sebagai mandur jalan pada pemerintahan Belanda yang berkuasa di Nias pada waktu itu. Thomas Lombu dibaptis pada tanggal 25 Desember 1921 oleh seorang Missionaris dari lembaga Misi Zending (RMG) bertempat di gereja Misi Zending Sogae‟adu. Setelah pertobatannya, Thomas Lombu menjadi murid Zending pada tahun 1922.

Pada tanggal 9 November 1925, Thomas Lombu pada perjalanan pulang dari pekerjaannya mengalami pengalaman spiritual secara pribadi, yang menjadi tanda panggilan khususnya dan mengambil keputusan untuk melayani pekerjaan Tuhan.

Pengalaman khusus itu justru menjadi cikal bakal bagi Thomas Lombu mendirikan persekutuan gereja. Pada awal permulaannya gereja AFY hanya berbentuk Persekutuan-persekutuan Doa yang langsung dipimpin oleh Thomas Lombu bersama dengan teman-temannya.

Selanjutnya Thomas Lombu bersama dengan teman-temannya menetapkan nama persekutuan doa yang telah mereka bentuk itu dengan sebutan “Persekutuan Doa Fa‟awõsa”.

Untuk memperkuat persekutuan itu, maka Thomas Lombu bersama dengan teman-temannya melayani dan memberitakan Injil dikampung-kampung yang belum dijangkau oleh para Missionaris Zending disekitar kampung halamannnya, ditempat-tempat itu Thomas Lombu dan teman-temannya melayani dan memberitakan Injil, ditempat-tempat itu mereka mendirikan persekutuan doa “Fa‟awõsa” dan serta mendirikan tempat-tempat peribadatan yang masih berbentuk pos-pos pelayanan, hingga berhasil menggabungkan 10 kampung kedalam persekutuan doa “Fa‟awosa”.

Pada tahun 1930, persekutuan doa “Fa‟awosa” yang telah dibentuk oleh Thomas Lombu mulai menghadapi tantangan dan penolakkan dari pihak para missionaris zending, hingga persoalan ini diperhadapkan secara hukum dihadapan Asisten Residen Van Nias pada masa pemerintah Belanda yang berkuasa di Nias pada waktu itu.

Kemelut ini berlangsung hingga tahun 1933. Setelah melewati berbagai proses secara hukum dan pertanggungjawaban penuh dihadapan Asisten Residen Van Nias, maka pada tanggal 18 Agustus 1933, Asisten Residen Van Nias mengeluarkan Keputusan bahwa persekutuan doa “Fa‟awõsa” yang dipimpin oleh Thomas Lombu dinyatakan resmi berpisah dari Badan Misi Zending, dan melanjutkan panggilan pelayanannya didalam persekutuan doa “Fa‟awõsa”.

Artinya persekutan doa‟”Fa‟awõsa” dan Badan Misi Zending masing-masing melaksanakan pelayanannya sesuai dengan tugas panggilan masing-masing.

Setelah keputusan itu, maka keesokkan harinya Thomas Lombu dan teman-temannya melaksanakan sidang pertama kali dan memutuskan bahwa persekutuan doa “Fa‟awõsa”, dimandirikan menjadi organisasi Gereja dengan sebutan tetap sebagai “Osali Fa‟awõsa” (Persekutuan), dan Thomas Lombu dipilih menjadi Pucuk Pimpinan dengan jabatan President. Seiring dengan itu maka pos-pos
pelayanan yang telah dibentuk diberbagai tempat dimandirikan statusnya menjadi Jemaat.

Dalam upaya perluasan wilayah pelayanannya, Thomas Lombu dan teman-temannya terus melakukan penyebaran misi diberbagai tempat dan pelosok diseluruh wilayah kepulauan Nias serta mendirikan persekutuan jemaat dan gereja, hingga telah memperoleh jumlah jemaat dan warga jemaat yang cukup banyak diberbagai tempat.

Demikian juga didalam pembenahan sistim organisasi Thomas Lombu penataan dan penguatan organisasi melalui penetapan peraturan-peraturan, baik yang berkaitan dengan pelayanan maupun keuangan, serta melaksanakan misi pengkaderan, meskipun masih dalam
bentuk-bentuk sederhana.

Pada perkembangan berikutnya setelah Thomas Lõmbu meninggal dunia, para generasi penerus, terus melaksanakan pembenahan dan konsolidasi organisasi untuk mencapai tujuan pelayanan gereja yang diembannya. Pada tahun 1975, Gereja AFY melaksanakan Sidang Sinode ke-VIII.

Pada sidang sinode ke-VIII ini, nama „Fa‟awõsa” kemudian disempurnakan nama penyebutannya menjadi Angowuloa Fa‟awõsa khõ Yesu atau disingkat AFY.

Selanjutnya pada tahun 1996, gereja AFY diterima menjadi anggota PGI Wilayah Sumatera Utara. Pada tahun 1997 diterima menjadi anggota PGI dengan nomor urut 68. Hingga pada tahun 2017 ini jumlah jemaat gereja AFY berjumlah 209 Jemaat yang dibagi kedalam 23 wilayah Resort yang tersebar hampir keseluruh wilayah Kepulauan Nias, sebagian di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Riau, dengan jumlah Jiwa sebanyak 44.276 jiwa.

Sumber: https://www.afy-nias.or.id/p/gereja-angowuloa-faawosa-kho-yesu.html (Diakses pada 18 April 2021)